ANALISIS BUDAYA NIPOPATTUNU DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI SMP NEGERI 1 SEKO

An Analysis of the Nipopattunu Culture in Addressing Juvenile Delinquency at SMP Negeri 1 Seko

Penulis

  • Sul Hastevin Sul Hastevin Universitas Negeri Makassar image/svg+xml
  • Abdul Saman Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Makassar
  • Ahmad Yasser Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31100/jurkam.v10i2.4461

Kata Kunci:

Budaya Lokal, Nipopattunu, Kenakalan Remaja

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  budaya Nipopattunu dalam mengatasi kenakalan remaja, khususnya perilaku seks bebas dan kehamilan di luar nikah di SMP Negeri 1 Seko, Kabupaten Luwu Utara. Nipopattunu merupakan salah satu budaya lokal masyarakat Seko yang berfungsi memberikan sanksi adat kepada pelanggar norma, tetapi juga mengandung proses bimbingan moral dan pembinaan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,dan  observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu resuksi data, penyejian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-budaya Nipopattunu dalam kegiatan pembelajaran dan bimbingan konseling di sekolah berkontribusi signifikan terhadap penguatan kesadaran moral, tanggung jawab, serta pengendalian diri siswa. Implementasi budaya ini terbukti efektif dalam menurunkan bahkan mencegah kembali terjadinya kasus seks bebas atau hamil di luar nikah di sekolah.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

BKKBN. (2023). Laporan Tahunan Angka Kehamilan Remaja Indonesia. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Defleur, Melvin Lawrence dan Ball Rokeach Sandra. Theories Of Mass Communication. Longman: White Pains, 1982.

Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakar

Erikson, E. H. (1993). Childhood and society (Reprint ed.). New York, NY: W. W. Norton & Company.

Isnatul, S. (2018). Dampak Negatif Teknologi Digital pada Perkembangan Moral Remaja. Jurnal Psikologi Kontemporer, 5(2), 112-125.

Janssen, M., Timmers, T., & Bakker, K. (2010). The Role of Local Wisdom in Educational Policy. International Journal of Educational Reform, 15(4), 312-325.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Muchlisah, M. (2023). Siri' dan Sipakatau sebagai Kontrol Sosial dalam Membentuk Karakter Remaja Bugis. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Lokal, 10(1), 45-60.

Nurgiyantoro, B. (2017). Pendidikan Karakter Berbasis Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B., & Efendi, A. (2017). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 23(3), 139-150.

Sarwono, S. W. (2007). Psikologi Remaja. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Schunk, D. H. (2012a). Learning Theories: An Educational Perspective (6th ed.). Boston, MA: Pearson Education.

Schunk, D. H. (2012b). Teori-Teori Pembelajaran: Perspektif Pendidikan (Edisi terjemahan). Diterjemahkan oleh T. Rahman. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. (Karya asli diterbitkan tahun 2012).

Yusuf, S. (2017). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Zakiatul Hasaniah. (2021). Peran Lembaga Adat sebagai Kontrol Sosial terhadap Kenakalan Remaja di Desa Lubuk Tenam, Kabupaten Bungo. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 8(2), 201-215.

Diterbitkan

2026-08-31

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

ANALISIS BUDAYA NIPOPATTUNU DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI SMP NEGERI 1 SEKO: An Analysis of the Nipopattunu Culture in Addressing Juvenile Delinquency at SMP Negeri 1 Seko. (2026). JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa, 10(2), 92-96. https://doi.org/10.31100/jurkam.v10i2.4461