SINERGI TEORI KONTRUKTIVISTIK DAN HUMANISTIK DALAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING

Synergy of Constructivist and Humanistic Theories in Guidance and Counseling Services

Authors

  • Yunita Tumonglo Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Abdul Saman Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Ahmad Yasser Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Deni Yanto Birrang Allo Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Suci Yulkhafidzah Safrat Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31100/jurkam.v10i1.4468

Keywords:

Konstruktivisme, Humanistik, Kemandirian Belajar, Bimbingan dan Konseling, Sinergi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis sinergi antara teori belajar konstruktivisme dan teori humanistik dalam mendorong kemandirian belajar peserta didik melalui layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur relevan dari jurnal nasional dan internasional. Teknik analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif melalui penafsiran, perbandingan, dan sintesis terhadap pandangan teoretis dan temuan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruktivisme berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir reflektif, metakognitif, serta tanggung jawab terhadap proses belajar, sedangkan teori humanistik menekankan aktualisasi diri, empati, dan motivasi intrinsik. Integrasi keduanya menghasilkan pendekatan pendidikan yang holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual peserta didik. Sinergi ini terbukti efektif meningkatkan kemandirian belajar, karena peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengatur, mengevaluasi, dan memaknai proses belajar secara sadar. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan bagi guru dan konselor agar mampu menerapkan pendekatan konstruktivistik humanistik secara integratif demi terciptanya pembelajaran yang humanis, reflektif, dan memberdayakan.

References

Al-Kindi Publishers. (2023). The principles of humanistic education and the concept of constructivism unequivocally advocate for self-regulated learning. British Journal of Teacher Education and Pedagogy, 2 (1), 1–12.https://al-kindipublishers.org/index.php/bjtep/article/download/7372/6190/20430

Caballero Cantu, R., Cantu-Martinez, P. C., & de la Garza-Carranza, M. T. (2023). Autonomous learning in higher education: A systematic review. Scientific and Technical Communication Journal, 6(1), 45–62. Retrieved from https://sct.ageditor.ar

Cubukcu, F. (2017). Learner autonomy, self regulation and metacognition. International Electronic Journal of Elementary Education, 10(1), 75–86. Retrieved from https://www.iejee.com

Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan Anak Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Dimyati, & Mudjiono. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, O. (2014). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Masgumelar, N. K., & Mustafa, P. S. (2021). Teori belajar konstruktivisme dan implikasinya dalam pendidikan dan pembelajaran. Ghaitsa: Islamic Education Journal, 2(1), 49–57. https://siducat.org/index.php/ghaitsa

Ndara, K. (2021). Teori belajar konstruktivistik dalam pembelajaran modern. Jurnal Pendidikan Inovatif, 8(3), 102–113.

Novrizal, N., Syarifuddin, S., & Asmar, A. (2022). Teori belajar: Humanistik dan konstruktivistik dalam perspektif psikologi Barat dan Islam. Pendidikan Islam Journal, 3(2), 45–58. Retrieved from https://edu.pubmedia.id

Sanjaya, W. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sari, M. & Fitri, D. (2023). Learning Theories According to Constructivism Theory. Journal of Islamic Integrated Education and Technology (JIIET), 4 (2), 65–74. https://ejournal.staialhikmahpariangan.ac.id/Journal/index.php/JIIET/article/view/577

Sriyaningsih, S. (2021). The humanist constructivist paradigm in Sekolah Penggerak. Indonesian Scholars Conference Journal, 2(1), 66–78. Retrieved from https://iscjournal.com

Syarifuddin, S. (2022). Pendekatan humanistik dalam pendidikan dan konseling. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 11(2), 122–134.

Syarifuddin. (2022). Teori humanistik dan aplikasinya dalam pembelajaran di sekolah. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 6(1), 106–122. https://doi.org/10.52266/

Uno, H. B. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Wang, Y. (2007). Learner autonomy based on constructivism learning theory. International Journal of Education and Information Technologies, 1(1), 123–129. Retrieved from https://publications.waset.org

Wiriani, W. T. (2021). Pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran online. Jurnal Ilmiah Matematika Realistik (JI-MR), 2(1), 57–63. http://jim.teknokrat.ac.id/index.php/pendidikanmatematika/index

Arif Widiyatmoko. (2023). Teori Pembelajaran IPA. Jawa: PT Nasya Expanding Management.

Hasby, A., & Suharso, P. L. (2023). Constructivist Career Counseling: A Method for Helping Students’ Career Decision. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(2). https://doi.org/10.24042/kons.v10i2.19450

Purswell, K. E. (2019). Humanistic Learning Theory in Counselor Education. The Professional Counselor, 9(4), 358–368.

Rogers, C. R. (1961). On Becoming a Person: A Therapist’s View of Psychotherapy. Boston: Houghton Mifflin.

Hamalik, O. (2014). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

Tumonglo, Y., Saman, A., Yasser, A., Deni Yanto Birrang Allo, & Safrat, S. Y. (2026). SINERGI TEORI KONTRUKTIVISTIK DAN HUMANISTIK DALAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING: Synergy of Constructivist and Humanistic Theories in Guidance and Counseling Services. JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa, 10(1), 51–58. https://doi.org/10.31100/jurkam.v10i1.4468

Issue

Section

Articles

Citation Check