Penggunaan Metode Problem Solving dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas V
DOI:
https://doi.org/10.31100/dikdasmatappa.v9i2.4733Abstrak
Penelitian ini didorong oleh minimnya motivasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran matematika, yang ditandai dengan rendahnya partisipasi, ragu untuk bertanya, dan kecenderungan mengandalkan penjelasan guru. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, diperlukan penerapan metode pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian ini berupa menjelaskan pelaksanaan metode pemecahan masalah dan mendeskripsikan perubahan motivasi belajar peserta didik bertambah setelah penerapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru kelas V, kepala sekolah, serta murid kelas V MIS An Nashar Timor Timur Sudiang Kota Makassar. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pemecahan masalah dapat meningkatkan partisipasi peserta didik, mereka menjadi lebih berani untuk mengajukan pertanyaan, menyatakan pendapat, dan berdiskusi dalam kelompok. Semangat peserta didik pun bertambah kemampuannya saat menyelesaikan soal karena mereka berpartisipasi langsung dalam proses mencari penyelesaian. Meskipun beberapa peserta didik masih membutuhkan arahan tambahan, metode problem solving secara keseluruhan terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar dalam proses pembelajaran.
Referensi
Abdul Majid. (2015). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.
Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Dewantara, K. H. (1977). Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman peserta didik.
Dewi, A. Erni Ratna. “The Effect of Contextual Teaching and Learning Approach and Learning Creativity on Student Learning Outcomes.” Journal of Educational Science and Technology (EST), 2021.
Dimyati dan Mudjiono. (2015). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.
Hamzah B. Uno. (2016). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Mulyasa. 2017. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya. Oemar Hamalik. 2019. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Rusman. 2018. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Depok: Rajawali Pers.
Safrizal, A. R. (2024). Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Video Pembelajaran bagi Peserta didik Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu.
Siregar, S. R., Danis, A., & Ramadhani, S. (2023). Penerapan Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta didik SD 060877 Medan. KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syaiful Bahri Djamarah. (2014). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Syaiful Bahri Djamarah. (2014). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Wulandari, F., & Koeswanti, H. D. (2021). Meta Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Motivasi Belajar Peserta didik Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai.
