Penerapan Teknik Self Instruction untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Siswa di SMP Negeri 2 Pangkajene
The Implementation of Self-Instruction Techniques to Reduce Student Learning Boredom at SMP Negeri 2 Pangkajene
Keywords:
Self-Intruction, Kejenuhan Belajar, Konseling SekolahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik self-instruction dalam mengurangi kejenuhan belajar siswa SMP Negeri 2 Pangkajene. Kejenuhan belajar merupakan kondisi psikologis yang ditandai oleh perasaan bosan, lelah, menurunnya motivasi, dan kesulitan berkonsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, teknik self-instruction digunakan sebagai intervensi yang berfokus pada pemberian instruksi positif kepada diri sendiri guna mengontrol pikiran, emosi, dan perilaku saat menghadapi tuntutan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa, masing-masing 30 siswa untuk kelompok eksperimen dan 30 siswa untuk kelompok kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kejenuhan belajar pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan teknik self-instruction. Perubahan tersebut tampak dari pergeseran kategori kejenuhan belajar dari tinggi menjadi rendah, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti. Hasil uji t memperkuat temuan tersebut dengan nilai t = 18,147 dan p < 0,05, yang menegaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Dengan demikian, teknik self-instruction terbukti efektif sebagai strategi intervensi untuk mengurangi kejenuhan belajar siswa dan dapat direkomendasikan untuk diterapkan dalam layanan konseling kelompok di sekolah.
